Abstract:
Luka bakar merupakan cedera pada jaringan tubuh akibat paparan panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan kulit hingga jaringan yang lebih dalam. Penanganan pertolongan pertama yang tidak tepat dapat memperparah kondisi luka, meningkatkan risiko infeksi, serta memperlambat proses penyembuhan. Siswa jurusan teknik pengelasan memiliki risiko tinggi mengalami luka bakar saat praktik karena sering terpapar percikan api dan logam panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penanganan luka bakar terhadap kemampuan pertolongan pertama pada siswa SMKN 1 Pungging Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas 10 Teknik Pengelasan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemampuan pertolongan pertama luka bakar yang berjumlah 30 item kemudian di uji validitas oleh 2 pakar ada 1 item yang tidak valid sehingga jumlah item menjadi 29 yang valid dan siap diujikan pada responden saat penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi seluruh responden (100%) memiliki kemampuan kurang dalam melakukan pertolongan pertama luka bakar. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan kemampuan, yaitu (93,33%) responden memiliki kemampuan baik dan (6,67%) responden masih memiliki kemampuan kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Sehingga terdapat pengaruh edukasi penanganan luka bakar terhadap kemampuan pertolongan pertama pada siswa SMKN 1 Pungging Mojokerto. Peningkatan kemampuan responden setelah memperoleh edukasi pertolongan pertama luka bakar menunjukan bahwa edukasi kesehatan memiliki peran dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kejadian di lingkungan sekolah.