Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah memerlukan kesadaran diri yang baik agar penderita mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan melakukan kontrol tekanan darah secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesadaran diri dengan perilaku kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ngronggot. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ngronggot sebanyak 52 orang. Sampel penelitian sebanyak 46 responden diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah kesadaran diri, sedangkan variabel terikat adalah perilaku kontrol tekanan darah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesadaran diri dan kuesioner perilaku kontrol tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji Spearman's Rho). Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden memiliki kesadaran diri sedang sebanyak 21 orang (45,7%) dan sebagian besar memiliki perilaku kontrol tekanan darah rendah sebanyak 25 orang (54,3%). Hasil analisis menunjukkan responden dengan kesadaran diri tinggi sebagian besar memiliki perilaku kontrol tekanan darah tinggi (66,7%), sedangkan responden dengan kesadaran diri sedang (61,9%) dan rendah (75,0%) sebagian besar memiliki perilaku kontrol tekanan darah rendah. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kesadaran diri dengan perilaku kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi (p=0,000; r=0,522). Semakin tinggi kesadaran diri yang dimiliki penderita hipertensi, semakin baik perilaku kontrol tekanan darah yang dilakukan. Peningkatan kesadaran diri melalui edukasi dan pendampingan diharapkan dapat mendukung perilaku pengendalian tekanan darah sehingga risiko komplikasi hipertensi dapat diminimalkan.