Abstract:
Pemulihan pasca General Anestesi merupakan fase kritis yang memerlukan pemantauan untuk mencegah komplikasi seperti gangguan respirasi, ketidakstabilan hemodinamik, dan keterlambatan pulih sadar. Aldrete Score digunakan sebagai instrumen untuk menilai kesiapan pasien keluar dari Recovery Room (RR). Penelitian ini bertujuan mengetahui representatif tingkat pemulihan pasca General Anestesi berdasarkan Aldrete Score di Ruang RR RSPAL Dr. Ramelan Surabaya.
Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 36 pasien pasca General Anestesi di Ruang RR RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Sampel sebanyak 33 responden dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Aldrete Score dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada satu jam pertama pasca General Anestesi sebanyak 16 responden (48,5%) memperoleh Aldrete Score 8–10 (pemulihan baik), 13 responden (39,4%) memperoleh skor 5–7 (pemulihan sedang), dan 4 responden (12,1%) memperoleh skor <5 (pemulihan buruk).
Sebagian besar responden telah mencapai pemulihan yang baik dalam satu jam pertama. Namun, masih terdapat pasien dengan pemulihan sedang dan buruk yang diduga dipengaruhi oleh faktor usia, status fisik ASA, penyakit penyerta, durasi operasi, perdarahan, serta efek residu obat anestesi. Pemantauan menggunakan Aldrete Score secara berkala diperlukan untuk mendukung deteksi dini keterlambatan pemulihan dan meningkatkan keselamatan pasien pasca anestesi.