Abstract:
Self-Management masih menjadi tantangan pada pasien Diabetes Mellitus karena sebagian pasien belum mampu mengelola kondisi penyakit secara optimal melalui pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, pemantauan kadar gula darah, dan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Diabetes Burnout Syndrome dengan Self-Management pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Diabetes Burnout Scale dan Diabetes Self-Management Questionnaire yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Sebagian besar pasien mengalami Diabetes Burnout Syndrome dalam kategori sedang dan Self-Management dalam kategori cukup. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan koefisien korelasi r = -0,910 dengan p = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan sangat kuat antara Diabetes Burnout Syndrome dan Self-Management. Arah hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi Diabetes Burnout Syndrome, semakin rendah Self-Management pasien. Sebaliknya, semakin rendah tingkat burnout, semakin baik Self-Management pasien. Oleh karena itu, penguatan Self-Management dan dukungan psikososial secara berkelanjutan penting dilakukan untuk membantu mengurangi burnout dan meningkatkan pengelolaan Diabetes Mellitus.