Abstract:
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang tidak hanya menyerang orang
dewasa, tetapi juga mulai meningkat pada remaja akibat gaya hidup yang tidak
sehat. Healthy lifestyle behaviors seperti aktivitas fisik yang cukup, pola makan
seimbang, dan kebiasaan hidup sehat berperan penting dalam menurunkan risiko
diabetes melitus. Namun, remaja masih banyak ditemukan perilaku tidak sehat
seperti kurang aktivitas fisik serta konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan healthy lifestyle behaviors
dengan risiko diabetes melitus pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswa kelas X dan
XI SMK Ma’arif NU Jatirejo sebanyak 96 responden yang dipilih dengan teknik
stratified random sampling. Variabel independen adalah healthy lifestyle behaviors
yang diukur menggunakan Adolescent Health Promotion Scale (AHPS), sedangkan
variabel dependen adalah risiko diabetes melitus yang diukur dengan modifikasi
Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan uji
Spearman Rho dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan
sebagian besar responden memiliki healthy lifestyle behaviors kategori cukup
sebanyak 48 responden (50,0%) dan mengalami risiko diabetes melitus kategori
risiko rendah sebanyak 49 responden (52,1%). Hasil uji Spearman Rho diperoleh p
value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,575 yang menunjukkan
hubungan kuat dengan arah negatif. Kesimpulan penelitian adalah terdapat
hubungan antara healthy lifestyle behaviors dengan risiko diabetes melitus pada
remaja. Semakin rendah healthy lifestyle behavior maka semakin tinggi risiko
diabetes melitus. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan
kesadaran remaja dalam menerapkan gaya hidup sehat.