Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, serta gagal ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengendalian tekanan darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi, pengawasan, dan pendampingan pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi berusia lebih dari 60 tahun yang melakukan kontrol rutin di Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling selama dua minggu dan diperoleh 53 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga baik, yaitu 41 orang (77,4%), sedangkan kepatuhan minum obat sebagian besar tergolong patuh, yaitu 27 orang (50,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p=0,007; r=0,364). Hubungan tersebut memiliki kekuatan rendah dengan arah positif. Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik pula kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hipertensi. Oleh karena itu, keluarga perlu meningkatkan keterlibatan dalam memberikan dukungan dan pendampingan selama pengobatan untuk meningkatkan kesadaran pasien serta mencegah komplikasi hipertensi.