Abstract:
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang berisiko memicu komplikasi kardiovaskular fatal jika tidak dikendalikan dengan baik, di mana kepatuhan berobat menjadi kunci utama dalam mengontrol tekanan darah pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan berobat dengan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Trawas. Jenis penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 36 pasien hipertensi peserta PROLANIS yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran kepatuhan berobat menggunakan kuesioner Hill-Bone Scale, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan berobat tinggi sebesar 75,0%, namun sebagian besar responden masih berada pada kategori hipertensi derajat 2 sebesar 44,4%. Hasil analisis uji statistik menghasilkan nilai p-value = 0,008 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,432, yang menandakan adanya hubungan signifikan dengan arah positif dan tingkat kekuatan sedang antara kepatuhan berobat dan tekanan darah. Berdasarkan temuan tersebut, pihak UPTD Puskesmas Trawas disarankan untuk meningkatkan program edukasi kesehatan secara berkala, menyediakan media pengingat minum obat, serta melakukan pemantauan ketat pada pasien berisiko tinggi. Pasien juga diharapkan terus mempertahankan kepatuhan terapi dan pola hidup sehat, sementara peneliti selanjutnya disarankan mengkaji variabel lain seperti dukungan keluarga dan kualitas pelayanan.