Abstract:
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena sifatnya asimtomatik. Salah satu terapi non farmakologi untuk penderita hipertensi adalah air rebusan seledri. Tujuan penclitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan seledri terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pule Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Metode penelitian ini menggunakan one group pre festposttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi di Desa Pule Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan sejumlah 73 orang dengan pengambilan sampel menggunakan reknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 20 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan cksklusi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2430 Maret 2019, Instrument penclitian menggunakan lembar observasi dan sphygmomanometer. Pemberian air rebusan seledri diberikan sclama 7 hari pada pagi dan sore hari, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir scluruh responden mengalami penurunan tekanan darah katcgori normal scbanyak 16 responden sedangkan kategori hipertensi ringan scbanyak 4 responden, Hasil uji Wilcoxon didapatkan hasili nilai p (0.000) < « (0,05) schingga disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan seledri terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pule Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Air rebusan seledri merupakan salah satu terapi yang efektif dan bermanfaat. Karena kandungan seledri yaitu Apigenin yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan Pthalides yang dapat mengendurkan otototot arteri atau merefaksasi pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.