Abstract:
Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat sumbatan
pembuluh darah serebral yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, gangguan
refleks batuk, dan retensi sekret sehingga menimbulkan masalah keperawatan
bersihan jalan napas tidak efektif. Kondisi tersebut meningkatkan risiko
hipoksemia, aspirasi, serta komplikasi respirasi apabila tidak segera ditangani.
Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan analisis asuhan keperawatan pada pasien
stroke non hemoragik dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui
tindakan suction menggunakan modifikasi clapping. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien stroke
non hemoragik yang dirawat di ruang intensif RSI Sakinah Mojokerto. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada pengkajian pasien mengalami penurunan
kesadaran, batuk tidak efektif, terdapat sekret kental, suara napas tambahan berupa
ronki basah kasar dan gargling, serta penurunan kemampuan membersihkan jalan
napas. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak
efektif berhubungan dengan disfungsi neuromuskuler. Intervensi yang diberikan
berupa manajemen jalan napas melalui tindakan suction yang dikombinasikan
dengan modifikasi clapping selama 3 × 24 jam sesuai indikasi klinis. Evaluasi
menunjukkan adanya perbaikan kondisi respirasi yang ditandai dengan
berkurangnya ronki dan hilangnya suara gargling, produksi sekret menurun dari ±5
cc menjadi ±1 cc dengan warna lebih jernih, frekuensi napas menjadi 18 kali/menit,
saturasi oksigen meningkat menjadi 99%, serta kondisi pasien membaik hingga
mendapat persetujuan pindah ke ruang perawatan biasa. Berdasarkan hasil studi
dapat disimpulkan bahwa tindakan suction dengan modifikasi clapping efektif
membantu mempertahankan kepatenan jalan napas, meningkatkan oksigenasi,
memperbaiki ventilasi, dan mengurangi penumpukan sekret pada pasien stroke non
hemoragik dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Kombinasi kedua
intervensi tersebut dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan berbasis bukti
dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan
jalan napas.