Abstract:
Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan masa depan remaja. Edukasi kesehatan reproduksi melalui media TikTok dapat menjadi alternatif penyampaian informasi yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 189 siswa kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku pencegahan KTD sebelum dan sesudah edukasi melalui media TikTok yang diberikan selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05. Sebelum edukasi, 150 responden (79,4%) memiliki perilaku kategori cukup, 27 responden (14,3%) kategori kurang, dan 12 responden (6,3%) kategori baik. Setelah edukasi, 186 responden (98,4%) berada pada kategori baik dan 3 responden (1,6%) kategori cukup. Uji Wilcoxon diperoleh p-value = 0,000 dan Z = -11,883. Sebanyak 187 responden mengalami peningkatan skor, 2 responden memiliki skor tetap, dan tidak terdapat penurunan skor. Edukasi kesehatan reproduksi melalui TikTok dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan KTD karena penyampaian informasi secara visual dan singkat lebih sesuai dengan karakteristik penggunaan media digital pada remaja. Edukasi kesehatan reproduksi melalui media TikTok efektif meningkatkan perilaku pencegahan KTD pada siswa kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto.