Abstract:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis menular yang berdampak secara holistik pada penurunan kondisi fisik, psikologis, interaksi sosial, dan lingkungan penderitanya. Dampak buruk ini secara akumulatif dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan, terutama selama masa terapi pengobatan yang terbilang sangat panjang. Oleh karena itu, kehadiran dukungan penuh dari keluarga menjadi determinan krusial untuk memitigasi beban penyakit dan meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Trawas. Desain penelitian menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari total populasi 43 pasien tuberkulosis, ditarik sampel sejumlah 31 responden melalui teknik purposive sampling berdasarkan pemenuhan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan WHOQOL-BREF, lalu dianalisis melalui uji statistik non-parametrik Spearman Rank (α = 0,05). Hasil uji statistik membuktikan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien (p-value = 0,011; r = 0,451). Kesimpulannya, terdapat hubungan positif dengan tingkat kekuatan sedang; di mana semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin baik pula kualitas hidup pasien tersebut. Pasien disarankan agar tetap konsisten dalam mematuhi proses pengobatan medis. Selain itu, perawat diharapkan dapat lebih mengintensifkan edukasi kesehatan berbasis keluarga, sementara bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menelaah variabel spesifik lainnya seperti ketaatan terapi, pemahaman penyakit, maupun kondisi ekonomi keluarga.