Abstract:
Proses penuaan pada lansia kerap memicu penurunan kualitas tidur yang dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis dan hormon stres, sehingga berpotensi memperburuk kondisi hipertensi. Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah terus-menerus lebih tinggi dari batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Trawas. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari total populasi pasien hipertensi yang rutin menjalani pengobatan sebanyak 399 pasien, ditarik sampel sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruh responden (84,4%) memiliki kualitas tidur yang buruk dengan tekanan darah hampir setengah dari responden berada pada kategori pre-hipertensi (46,9%) dan hipertensi derajat 1 (34,4%). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji statistik mendapatkan nilai p-value = 0,017 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,419. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara kualitas tidur dan tekanan darah. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di UPTD Puskesmas Trawas. Hal ini menandakan bahwa semakin baik kualitas tidur lansia, maka tekanan darah cenderung akan normal. Lansia diharapkan menjaga pola tidur melalui pengaturan waktu istirahat yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang, serta menghindari faktor-faktor yang dapat mengganggu proses tidur.