DSpace Repository

PENERAPAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP JASIL RSGM

Show simple item record

dc.contributor.advisor
dc.contributor.author Firsafna, Fina
dc.contributor.author Zakiyah, Ana
dc.date.accessioned 2026-09-15T22:00:09Z
dc.date.available 2026-09-15T22:00:09Z
dc.date.issued 2026-09-16
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4696
dc.description.abstract Discharge planning merupakan komponen krusial dalam asuhan keperawatan yang menjamin kesinambungan perawatan mandiri pasien di rumah serta meminimalkan risiko rehospitalisasi. Pelaksanaan yang optimal sangat bergantung pada kompetensi manajerial dan pengalaman klinis perawat pelaksana. Dengan metode Studi deskriptif analitis ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan discharge planning di Ruang Rawat Inap Jasil RSGM. Pengumpulan data dilakukan pada April 2026 melalui wawancara, observasi, dan pengisian kuesioner oleh 17 responden perawat, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil pengkajian menunjukkan mayoritas sumber daya manusia keperawatan berada pada usia produktif <35 tahun (70,6%), berpendidikan profesi Ners (76,5%), dan memiliki masa kerja matang >5 tahun (82,4%). Evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa implementasi discharge planning berjalan dengan sangat optimal, di mana 72,2% perawat berada dalam kategori baik, 16,7% dalam kategori sangat baik, dan hanya 11,1% dalam kategori cukup. Analisis SWOT mengonfirmasi posisi tata kelola klinis berada pada kuadran kekuatan-peluang (Strength-Opportunity), yang didukung secara struktural oleh ketersediaan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang jelas. Karakteristik klinis yang matang serta jenjang pendidikan Ners berkorelasi positif terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat saat memberikan edukasi pemulangan. Namun, tantangan berupa integrasi format penilaian awal ke dalam sistem Electronic Medical Record (EMR) masih memerlukan penyelarasan sistemik agar pendokumentasian dapat dilakukan secara berkala sejak pasien pertama kali masuk rumah sakit. Kesimpulannya, manajemen discharge planning telah diterapkan dengan sangat baik, namun optimalisasi sistem informasi digital mutlak diperlukan untuk efisiensi berkelanjutan. en_US
dc.subject Discharge Planning en_US
dc.subject Manajemen keperawatan en_US
dc.subject Analisis Swot en_US
dc.title PENERAPAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP JASIL RSGM en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account