Abstract:
Gout arthritis merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme purin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) serta terjadinya peradangan pada sendi sehingga menimbulkan nyeri. Apabila nyeri tidak dikelola secara optimal, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kompres jahe merah, karena kandungan gingerol dan minyak atsiri di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri pada penderita gout arthritis di TPMD dr. Sudjarwo. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi penelitian berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi kompres jahe merah. Analisis data dilakukan dengan uji Paired Sample T-Test pada tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian intervensi. Sebelum dilakukan kompres jahe merah, sebagian besar responden berada pada kategori nyeri sedang hingga berat. Setelah intervensi diberikan, tingkat nyeri menurun menjadi kategori yang lebih ringan. Hasil uji statistik memperoleh nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian kompres jahe merah dengan penurunan skala nyeri. Efek terapeutik ini dipengaruhi oleh sensasi hangat serta kandungan gingerol yang berperan dalam menghambat pembentukan prostaglandin sebagai mediator nyeri. Dengan demikian, kompres jahe merah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam pengendalian nyeri pada penderita gout arthritis.
Kata kunci: gout arthritis, kompres jahe merah, skala nyeri, terapi nonfarmakologis.