Abstract:
Pengetahuan penanggulangan penderita gawat darurat memegang hal vang
penting dalam menentukan keberhasilan pertolongan, di unit gawat darurat
perawat dituntut memberikan pelayan cepat. tepat, dan cermat dalam menangani
kasus kegawatdaruratan. Salah satu keberhasilan dalam menangant kasus
Kegawatan pernafasan vaitu dengan tindakan Airway Breathing Management,
penanganan Awnay Brearhing mendapat prioritas pertama karena jika tidak
ditangani akan mengakibatkan kematian yang cepat, dan penanganan scgera perlu
dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat
tentang tindakan airway breathing management pada pasien kegawatan
pernafasan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Teknik
samplingnya menggunakan prohubility sampiing dengan teknik simple random
sampling, jumiah sampel dengan 2590 dari total populasi sehingga didapatkan 33
responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner arrway breathing
management. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden
memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 24 responden (72.7%), cukup
sebanyak 9 responden (27.3%) dan tidak ada responden vang memiliki
pengetahuan kurang. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang scbagian
besar perawat berpendidikan SI. Sebagian besar responden adalah perempuan,
dengan usia hampir 3034
tahun. dan bekerja sclama 6 10 tahun. Distimputkan
bahwa Pengetahuan Perawat Tentang Tindakan Hirveay Breathing A funagement
Di Rumah Sakit Islam Mojokerto scbagian besar memiliki pengetahuan yang
baik, hal int karena hampir seluruh responden memiliki sertifikat BTCLS.
Semakin tinggi tingkat pengetahuan sehingga tindakan kegawatdaruratan dapat
tertangani dengan baik.