Abstract:
Penyakit tuberculosis paru merupakan pembunuh nomor satu diantara
penyakii menuiar, dan Indonesia menempau posisi kedua dengan beban TB paru
tertinggi di dunia. Tuberkulosis (TB) dapat menycrang berbagai organ, terutama
paru. Penyakit TB paru banyak mcenyerang kelompok usia kerja produktif (1550
™) dari kelompok dengan sosial ekonomi dan pendidikan rendah. TB paru dapat
disembuhkan apabila dilakukan pengobatan secara teratur. Tujuan dari penelitian
it adalah umuk menganalisis iubungan dukungan keluarga dengan kepatuian
minum obat penderita TB paru. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik
korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
scbanyak 24 responden yang sekaligus digunakan scbagai sampel dengan tcknik
pengambilan total sampling. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian adaiah icmbar kuisioner. Sciciah daia wrkumpui dilakukan pengoiahan
data dan dilanjutkan dengan statistic Crosstuh dengan bantuan SPSS versi 25.0.
Hasil menunjukkan bahwa 13 responden (54,2%) mendapatkan dukungan
keluarga baik dengan kepatuhan minum obat baik. Jadi semakin baik dukungan
keluarga maka kepatuhan minum obat tinggi dan sebaliknya semakin kurang
dukungan keluarga maka kepatuhan minum obat rendah. Dukungan keluarga yang
baik akan membuat individu merasa dirinya diperhatikan, dicintai, dan dihargai
schingga dapat menjadi kekuatan bagi individu untuk patuh dalam minum obat.
Dukungan keluarga dapat dilakukan dengan mengingatkan jadwal minum obat,
mengantar penderita ke tempat fasilitas kesehatan.