Abstract:
Hernia merupakan permasalahan yang bisa ditemukan dalam kasus bedah
dan merupakan kasus bedah terbanyak di Indonesia. Kasus kegawatdaruratan
dapat terjadi apabila hernia bersifat menetap dimana sudah terjadi sumbatan pada
saluran makanan yang akhirnya pembuluh darah terjepit maka harus segera
dilakukan pembedahan yang disebut herniotomy. Banyak permasalahan yang
muncul dari tindakan pembedahan dan resiko pembiusan, diantaranya pada
peristaltik usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peristaltik usus
pada pasien post op herniotomy setelah dilakukannya mobilisasi dini. Penanganan
pada pasien post op herniotomy yaitu dilakukannya mobilisasi dini yang dapat
membantu dalam peningkatan peristaltik usus. Design yang digunakan dalam
penelitian ini adalah preexperimental
dengan rancangan one grup pre test — post
test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang telah
menjalani operasi herniotomy di Ruang Recovery Room RSI Sakinah Mojokerto
pada 24 Januari — 23 Februari 2019 sebanyak 25 responden. Teknik sampling
yang digunakan yaitu consecutif sampling, dengan jumlah sampel 25 responden
sesuai dengan kriteria. Dalam penelitian ini variabel independennya yaitu
mobilisasi dini dan variabel dependennya yaitu peristaltik usus. Pengumpulan data
menggunakan lembar observasi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan
nilai p value (0,000) < a (0,05) artinya H, ditolak dan H, diterima, jadi ada
pengaruh mobilisasi dini tehadap perubahan peristaltik usus pada pasien post op
herniotomy. Mobilisasi dini diberikan untuk pemulihan yang diberikan latihan
otot sehingga peristaltik usus cepat kembali.