Abstract:
Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi neurologis, termasuk gangguan komunikasi verbal akibat kerusakan pusat bahasa di otak. Gangguan komunikasi verbal dapat menghambat interaksi pasien dengan lingkungan, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi proses pemulihan. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi pasien adalah terapi wicara AIUEO yang berfokus pada latihan pengucapan huruf vokal secara bertahap dan berulang. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan komunikasi verbal melalui penerapan terapi wicara AIUEO di Ruang Edelweis RSUD Ibnu Sina Gresik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penerapan asuhan keperawatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi verbal pasien yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan mengucapkan huruf vokal AIUEO, mengikuti instruksi sederhana, serta menyampaikan kebutuhan secara verbal meskipun belum optimal. Pasien juga menunjukkan peningkatan respons terhadap komunikasi dengan perawat dan keluarga setelah dilakukan latihan secara rutin.