Abstract:
Hipovolemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien Gastrointestinal Akut (GEA) akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare dan muntah. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat, salah satunya melalui pemberian oralit. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan hipovolemia pada pasien GEA menggunakan teknik pemberian cairan oralit di RSU Anwar Medika. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. H, usia 49 tahun, yang mengalami hipovolemia ditandai lemas, diare, muntah, mukosa kering, penurunan turgor kulit, dan penurunan produksi urine. Intervensi dilakukan selama 2×24 jam meliputi pemantauan intake-output cairan, perhitungan kebutuhan cairan, pemberian cairan oral dan oralit, edukasi, serta kolaborasi pemberian cairan intravena. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan status cairan yang ditandai dengan membaiknya turgor kulit, membran mukosa, dan produksi urine serta berkurangnya mual dan muntah. Penerapan pemberian oralit yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis efektif dalam memperbaiki keseimbangan cairan pada pasien GEA. ini menunjukkan bahwa pemberian oralit secara bertahap, disertai pemantauan keseimbangan cairan dan kolaborasi terapi cairan intravena sesuai indikasi, berperan dalam mempercepat pemulihan status hidrasi pasien. Penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan teknik pemberian oralit efektif dalam memperbaiki keseimbangan cairan pada pasien GEA dengan hipovolemia.