Abstract:
Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah systole di atas 140 mmHg dan diastole di atas 90 mmHg yang menjadi salah satu penyebab kematian akibat komplikasi yang ditimbulkannya. Kepatuhan minum obat penting dalam pengelolaan hipertensi karena penyakit ini sering tidak bergejala. Ketidakpatuhan minum obat antihipertensi menjadi salah satu penyebab kegagalan terapi yang dapat memperburuk kondisi pasien dan merusak organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Poli RS Gatoel Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung pada periode Oktober–Februari 2026 sebanyak 159 orang, dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sehingga didapatkan sampel 47 orang. Variabel independennya adalah kepatuhan minum obat yang diukur menggunakan kuesioner Probabilistic Medication Adherence Scale (ProMAS), sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah yang diukur dengan tensimeter. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menujukkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Poli RS Gatoel Kota Mojokerto sebagian besar dalam kategori sedang yaitu 24 orang (51,1%), tekanan darah sebagian besar tergolong hipertensi derajat 1 yaitu 25 orang (55,3%). Hasil Uji Spearman Rho didapatkan ρ value = 0,002 < α (0,05) dengan nilai koefisien korelasi = 0,437 sehingga semakin rendah kepatuhan minum obat, maka cenderung semakin meningkat tekanan darah responden, maka ada hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Poli RS Gatoel Kota Mojokerto. Pasien yang rutin mengonsumsi obat antihipertensi mempertahankan kadar obat stabil sehingga mekanisme pengendalian tekanan darah bekerja optimal.
Kata Kunci: kepatuhan minum obat, tekanan darah, hipertensi.