Abstract:
Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi yang efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan menjamin kesinambungan asuhan keperawatan selama proses handover. Namun, pelaksanaannya di Ruang Rawat Inap Kana Rumah Sakit Gatoel Mojokerto belum sepenuhnya optimal. Karya Ilmiah Akhir Ners ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis SWOT. Intervensi yang diberikan berupa sosialisasi komunikasi SBAR, penyediaan checklist SBAR, pendampingan handover, serta evaluasi pelaksanaannya. Hasil observasi sebelum implementasi menunjukkan bahwa kepatuhan perawat dalam menerapkan komunikasi SBAR sebesar 84,6% (11 dari 13 perawat), sedangkan 15,4% (2 dari 13 perawat) belum menerapkan SBAR secara konsisten. Setelah implementasi, kepatuhan meningkat menjadi 92,3% (12 dari 13 perawat), sedangkan ketidakpatuhan menurun menjadi 7,7% (1 dari 13 perawat). Implementasi juga meningkatkan pemahaman perawat terhadap penggunaan komunikasi SBAR sehingga penyampaian informasi pasien selama handover menjadi lebih sistematis, lengkap, dan terarah.Penerapan komunikasi SBAR membantu penyampaian informasi pasien menjadi lebih sistematis dan mendukung keselamatan pasien. Monitoring, supervisi, dan evaluasi secara berkala diperlukan agar penerapan SBAR dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan sesuai standar rumah sakit.