Abstract:
Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis dan efektif, namun penggunaannya dapat disertai kenaikan berat badan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kenaikan berat badan pada akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Polindes Desa Jeladri Winongan Kabupaten Pasuruan tahun 2026.
Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 137 akseptor dan sampel sebanyak 58 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, kartu akseptor, buku register KB, dan pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital. Analisis data menggunakan editing, coding, tabulating dan entry data dan cleaning.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 58 akseptor KB suntik 3 bulan di Polindes Desa Jeladri Winongan, sebanyak 46 responden (79,3%) mengalami kenaikan berat badan dan 12 responden (20,7%) memiliki berat badan tetap. Pada faktor pola makan, kenaikan berat badan dialami oleh 3 responden (42,9%) dengan pola makan baik, 38 responden (82,6%) dengan pola makan cukup, dan 5 responden (100%) dengan pola makan kurang baik. Berdasarkan aktivitas fisik, kenaikan berat badan terjadi pada 26 responden (89,7%) dengan aktivitas ringan, 15 responden (71,4%) dengan aktivitas sedang, dan 5 responden (62,5%) dengan aktivitas berat. Secara deskriptif, kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan lebih banyak ditemukan pada responden dengan aktivitas fisik ringan dan pola makan yang kurang baik.