Abstract:
Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan mandiri secara terus-menerus untuk mencegah komplikasi vaskular dan neuropati. Kemampuan penderita dalam menerapkan regimen terapeutik di lingkungan rumah sangat dipengaruhi oleh kapasitas self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran representasi self-management pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Poli Umum Puskesmas Cemengkalang Kabupaten Sidoarjo. Metode: Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 120 penderita dengan sampel sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baku Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) yang dimodifikasi (32 item pernyataan positif). Analisis data menggunakan statistik deskriptif univariat berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,7%), kelompok usia lansia muda 60–69 tahun (39,02%), latar belakang pendidikan SMA/Sederajat (50,00%), dan lama mendiagnosis diabetes >10 tahun (70,65%). Representasi aspek self-management secara spesifik menunjukkan: perilaku perawatan kaki berada pada kategori baik (52,17%); pemantauan gula darah berada pada kategori baik (41,30%); kepatuhan pengobatan berada pada kategori cukup (45,65%); pengelolaan pola makan berada pada kategori cukup (42,39%); sedangkan aktivitas fisik menunjukkan capaian terendah dengan kategori kurang (48,91%). Secara keseluruhan, representasi self-management pasien dominan berada pada kategori cukup (52,17%). Kesimpulan: Mayoritas penderita diabetes mellitus memiliki kemampuan self-management yang cukup. Keterbatasan utama terletak pada rendahnya aktivitas fisik, terutama pada kelompok perempuan lansia akibat hambatan fisiologis degeneratif dan bias kesibukan domestik. Institusi pelayanan kesehatan diharapkan mengoptimalkan kembali program promotif seperti kelompok senam diabetes terstruktur dan konseling modifikasi diet aplikatif harian.