Abstract:
Program Keluarga Berencana (KB) strategis nasional menuntut pelayanan berkualitas, namun tingkat kepuasan akseptor KB suntik terhadap layanan konseling masih sering terabaikan. KB suntik merupakan metode kontrasepsi paling diminati, tetapi tingginya angka capaian ini tidak dibarengi dengan kualitas komunikasi dua arah yang optimal. Ketidakpuasan ini berdampak langsung pada tingginya angka drop-out (putus pakai) KB suntik, yang pada akhirnya mengancam keberhasilan pengendalian pertumbuhan penduduk dan penurunan kualitas kesehatan reproduksi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan konseling pada akseptor KB Suntuk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, karakteristik populasi, atau fenomena yang sedang terjadi saat ini. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 73 akseptor, menggunakan Non-probability Sampling dengan metode purposive sampling sedangkan Sampel sebanyak 58 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan di uji secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan konseling pada akseptor kb suntik di TPMB Lida Khalima Mojokerto dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden puas terhadap pelayanan konseling KB. Dari aspek karakteristiknya sebagian besar berusia 20-35 tahun, paritas multipara, status pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga, pendidikanya tingkat menengah dan KB pilihan adalah KB suntik 3 bulan. Mengingat mayoritas responden adalah pengguna KB suntik 3 bulan (yang memiliki efek samping dominan seperti amenore atau spotting), bidan disarankan memberikan penekanan informasi yang lebih detail mengenai manajemen efek samping ini guna mencegah kecemasan akseptor di kemudian hari.