Abstract:
Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan mengalami gangguan pertumbuhan serta kesehatan, salah satunya adalah masalah sistem pencernaan seperti kolik, kembung, dan konstipasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan perkembangan anak. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai teknik pijat ILU sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif menjadi kendala utama dalam penanganan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan orang tua tentang pijat ILU sebelum dan sesudah dilakukan edukasi, serta mengkaji perubahan pengetahuan pada aspek pengertian, manfaat, tujuan, dan teknik pijat ILU. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pre–post edukasi, melibatkan total sampling terhadap 25 orang tua di Posyandu Kamboja Desa Simbaringin Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto yang dinilai menggunakan pre-test dan post test, dengan analisis data secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan utama menunjukkan bahwa sebelum edukasi, mayoritas orang tua berada pada kategori pengetahuan kurang (56%), sedangkan setelah edukasi terjadi peningkatan kategori baik menjadi (48%), serta penurunan kategori kurang menjadi (20%). Edukasi mengenai pijat ILU terbukti mampu meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pengertian, manfaat, tujuan, dan teknik pijat ILU. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendukung peran orang tua dalam melakukan perawatan balita secara mandiri sebagai upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan pencernaan pada balita.