Abstract:
Nyeri pada pasien STEMI merupakan masalah keperawatan utama yang harus segera ditangani karena dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis, meningkatkan kebutuhan oksigen miokard, memperberat kerja jantung, serta meningkatkan risiko komplikasi. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan dan menganalisis penerapan terapi Deep Breathing Exercise pada pasien STEMI di Ruang ICU RS Gatoel Mojokerto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian berupa data subyektif : Pasien mengatakan nyeri dada kiri tembus hingga ke belakang,nyeri timbul secara tiba-tiba pada area dada kiri tembus kebelakang menjalar hingga ke pundak kiri, terasa terbakar,skala nyeri 6,hilang timbul ±4-7 menit. Data objektif menunjukkan tampak pasien memegang bagian dada kiri saat nyeri timbul, berkeringat banyak saat nyeri timbul, meringis kesakitan saat nyeri timbul, Pola nafas cepat Rr 22x/mnt, TD: 152/95 mmHg, Nadi: 104 x/mnt, Hasil EKG: ST Elevasi di V1 dan V2. Diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (Iskemia Miokard), Intervensi dilakukan selama tiga hari melalui managemen nyeri, penerapan terapi Deep Breathing Exercise disertai tindakan keperawatan sesuai standar dan evaluasi pada satu pasien STEMI. Hasil menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri, skala nyeri dari 6 ke 0, meringis menurun, gelisah menurun, pola nafas menurun, frekuensi nadi menurun dan tekanan darah menurun serta hasi EKG sinus rhytm. Pasien juga mampu melakukan latihan secara mandiri dengan bimbingan perawat sehingga tujuan keperawatan tercapai. Penerapan terapi Deep Breathing Exercise sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan nyeri akut pasien STEMI