Abstract:
Kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif dan praktis. Namun, kenaikan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan akseptor dan dapat memengaruhi kenyamanan serta keberlanjutan penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 1 bulan dan 2 bulan selama periode enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 40 akseptor KB, terdiri dari 20 akseptor KB suntik 1 bulan dan 20 akseptor KB suntik 2 bulan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis berupa berat badan sebelum dan sesudah penggunaan kontrasepsi selama enam bulan. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Independent Samples t-Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 1 bulan sebesar 2,25 kg, sedangkan pada akseptor KB suntik 2 bulan sebesar 3,80 kg. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan antara kedua kelompok. Akseptor KB suntik 2 bulan mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan akseptor KB suntik 1 bulan, dengan selisih 1,44 kg. Bidan diharapkan memberikan konseling mengenai efek samping kontrasepsi hormonal serta menganjurkan pola hidup sehat dan pemantauan berat badan secara berkala