Abstract:
Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang belum optimal pada masa postpartum
dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya
nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah ekstrak daun kelor (Moringa
oleifera) sebagai terapi komplementer karena mengandung nutrisi yang mendukung
produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di Desa Gondangrejo,
Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan desain
pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi
penelitian sebanyak 42 ibu postpartum, dengan sampel 30 ibu postpartum yang
dipilih menggunakan purposive sampling. Data produksi ASI dikumpulkan melalui
lembar observasi sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor selama tujuh
hari. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test dengan α = 0,05. Sebelum
intervensi, sebanyak 15 responden (50,0%) memiliki produksi ASI kurang dan 15
responden (50,0%) cukup, dengan rata-rata skor 6,50 ± 1,17. Setelah intervensi, 24
responden (80,0%) berada pada kategori cukup dan 6 responden (20,0%)
meningkat, dengan rata-rata skor 11,20 ± 2,15. Hasil uji menunjukkan nilai p-value
= 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan pemberian ekstrak daun
kelor terhadap peningkatan produksi ASI. Dengan demikian, ekstrak daun kelor
dapat menjadi salah satu terapi komplementer untuk mendukung peningkatan
produksi ASI pada ibu postpartum.