Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya masih tinggi dan erat kaitannya dengan pola makan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 135 responden dengan teknik total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 81 orang (60%) dan sebagian besar mengalami hipertensi stage 2 sebanyak 54 orang (40%). Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi 0,864 yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Disimpulkan bahwa semakin tidak baik pola makan seseorang, semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi. Disarankan masyarakat menerapkan pola makan sehat rendah garam dan lemak sebagai upaya pencegahan hipertensi.