Abstract:
Menarche merupakan indikator penting pertumbuhan dan perkembangan reproduksi anak perempuan, sedangkan status gizi berperan dalam mendukung keseimbangan hormon yang memengaruhi waktu menstruasi pertama.
Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan observasional dan rancangan cross sectional. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Populasi berjumlah 34 siswi, teknik total sampling sehingga responden 34 siswi. Instrumen menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis menggunakan uji kendall’s tau.
Hasil penelitian kelas III status gizi normal 2 (50,0%), gizi lebih 1 (25,0%), dan obesitas 1 (25,0%). Kategori menarche, 4 siswi (100,0%) tercatat mengalami menarche cepat. Kelas IV status gizi normal tercatat 4 siswi (28,6%), gizi lebih 7 (50,0%), serta obesitas 3 (21,4%). Sementara itu, kelas V 16 siswi dengan status gizi normal, 10 (62,5%) dengan gizi lebih, dan 2 (12,5%) mengalami obesitas. Dari keseluruhan 34 siswi, status gizi normal berjumlah 10 (29,4%), gizi lebih 19 (55,9%), dan obesitas 5 (14,7%). Kategori menarche terdiri dari 4 (11,8%) yang mengalami menarche cepat dan 30 (88,2%) mengalami menarche normal. Berdasarkan hasil uji kendall’s tau, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,425 dengan nilai signifikansi p = 0,012 (< 0,05). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan usia menarche. Diharapkan untuk orang tua memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang untuk masa remaja.