Abstract:
Ruptur perineum dapat terjadi secara tiba-tiba maupun iatrogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 81 orang, menggunakan Non-probability Sampling metode purposive sampling, sampel sejumlah 67. Analisis ini untuk mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05.
Hasil pembahasan dapat dismpulkan bahwa : Hampir sebagian responden adalah primipara sebanyak 30 orang (44,8%), Sebagian besar BB bayi adalah 2500-4000 gr sebanyak 46 orang (68,7%), Sebagian besar rupture perineum pada derajat II sebanyak 54 orang (80,6%), tidak hubungan antara paritas dengan kejadian rupture perineum di Rumah Sakit Dharma Husada Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. ada hubungan antara BB bayi dengan kejadian rupture perineum di Rumah Sakit Dharma Husada Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto
1. Hampir sebagian responden adalah primipara sebanyak 30 orang (44,8%), dan sebagian kecil adalah grandemultipara sebanyak 13 orang (19,4%).
2. Sebagian besar BB bayi adalah 2500-4000 gr sebanyak 46 orang (68,7%), dan sebagian kecil dengan BB > 4000 gr sebanyak 6 orang (9%).
3. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai chi square Nilai Sig. 0,142 > α 0,05. Artinya H1 di tolak artinya tidak ada hubungan antara partas dengan kejadian rupture perineum di Rumah Sakit Dharma Husada Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto
4. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai chi square Nilai Sig. 0,214 > α 0,05. Artinya H1 ditolak artinya tidak ada hubungan antara BB bayi dengan kejadian rupture perineum di Rumah Sakit Dharma Husada Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto
Diharapkan hasil penelitian ini dijadikan sebagai evaluasi dalam penenganan kejadian rupture perineum yang dikaitkan dengan karakteristik pasien terutama paritas dan berat badan bayi yang dilahirkan sehingga penanganan lebih tepat dan efesien.
Kata Kunci : Paritas, BB Bayi, Ruptur Perineum