Abstract:
Melasma merupakan adalah bercak hiperpigmentasi yang umumnya muncul di wajah akibat peningkatan produksi melanin oleh melanosit, sering dipicu oleh fluktuasi hormon.Melasma, atau bercak cokelat di wajah, adalah efek samping umum dari kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron dapat memicu atau memperburuk melasma, terutama pada penggunaan jangka panjang (>1-3 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Akseptor KB Yang Mengalami Melasma. Desain yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Populasi semua akseptor KB di Klinik Kecantikan Art Kelurahan Meri Mojokerto seluruhnya 45 orang.Dan Sampel seluruhnya 45 orang.Menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan di analisis dengan table distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bawah hampir seluruh responden terjadi melasma tingkat ringan sebanyak 39 orang (86,7%). Dan sebagian kecil adalah sedang sebanyak 6 orang (13,3%). sebagian responden menggunakan jenis pil sebanyak 20 orang (44,4%). sebagian besar responden menggunakan KB selama 2-5 tahun sebanyak 30 orang (66,7%)..Meningkatkan kesadaran akseptor KB agar lebih disiplin dalam menggunakan tabir surya (sunscreen) dan menghindari paparan sinar matahari langsung, serta rutin berkonsultasi ke dokter estetika mengenai perubahan pigmen pada kulit wajah mereka.