Abstract:
Kanker payudara merupakan salah satu keganasan dengan prevalensi tinggi pada perempuan dan sering menimbulkan berbagai efek samping selama kemoterapi, salah satunya adalah fatigue. Fatigue terkait kanker dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi berdasarkan stadium kanker, siklus kemoterapi, dan regimen kemoterapi di ruang kemoterapi RS Gatoel Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik random sampling. Sebanyak 35 pasien yang menjalani kemoterapi dilibatkan sebagai responden. Tingkat fatigue diukur menggunakan instrumen Brief Fatigue Inventory (BFI). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada stadium III (60%) dan stadium II (28,6%). Berdasarkan siklus kemoterapi, sebagian besar responden berada pada siklus ke-3 (25%) dan ke-4 (17,1%). Ditinjau dari regimen kemoterapi, hampir setengah responden menggunakan regimen CEF (48,6%), diikuti oleh TEC (42,9%). Lebih dari setengah responden mengalami fatigue sedang (54,3%), terutama pada pasien stadium III, siklus kemoterapi ke-3 dan ke-4, serta penggunaan regimen CEF. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fatigue sedang merupakan tingkat fatigue yang paling banyak dialami oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan berkelanjutan serta intervensi keperawatan yang tepat guna meminimalkan tingkat fatigue selama proses kemoterapi.