Abstract:
Komunikasi terapeutik ini terlihat jelas dalam profesi keperawatan. Dalam
profesi keperawatan, komunikasi perawat-pasien merupakan salah satu
kompetensi yang harus dikuasai perawat. Kompetensi komunikasi menentukan
keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien. Studi
pendahuluan yang penulis lakukan di RSU. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kab.
Mojokerto dapat terlihat bahwa banyak perawat yang tidak menerapkan
komunikasi terapeutik pada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan komunikasi terapeutik perawat dalam pemberian injeksi
bolus IV (Intra Vena) pada pasien di ruang rawat inap RSU. Dr. Wahidin Sudiro
Husodo Mojokerto. Desain penelitian ini adalah studi deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini yaitu seluruh perawat ruang rawat inap di RSU. Dr. Wahidin Sudiro
Husodo Kab. Mojokerto yakni 214 responden, sumpling dalam penelitian ini
adalah proportionate stratified random sampling, dengan jumlah sample 60
responden. Instrumen pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar
observasi SOP komunikasi terapeutik dalam pemberian injeksi bolus IV (Intra
Vena). Hasil penelittan menunjukkan bahwa scbagian besar responden sudah
melaksanakan komunikasi terapeutik sesuai prosedur sebanyak 32 responden
(53,3%) dan sebagian kecil yang tidak sesuai dengan prosedur sebanyak 28
responden (46,7%). Bagi responden yang tidak melakukan komunikasi terapeutik
sesuai dengan prosedur tersebut kebanyakan seperti membuat rencana pertemuan,
menjelaskan kerahasiaan, menyimpulkan hasil kegiatan atau wawancara (evaluasi
proses dan hasil). Hal ini dikarenakan perawat mempunyai keterbatasan waktu
dan banyaknya pasien rawat inap. Komunikasi terapeutik pada perawat akan dapat
membantu proses penyembuhan penyakit terhadap klien, dan jika perawat tidak
menerapkan komunikasi terapeutik secara professional hasilnya tidak akan
maksimal.