Abstract:
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi
ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan
meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Salah satu komplikasi mikrovaskuler
dari DM yang paling sering terjadi adalah nyeri neuropati diabetik yang dapat
menghambat dan menganggu istirahat tidur pada pasien DM. Penelitian ini
bertujuan untuk membuktikan hubungan nyeri neuropati dengan kualitas tidur
pada pasien DM. Desain penelitian ini adalah analitik corelasional dengan teknik
consecutive sampling dan jumlah sampel 65 responden. Analisis data
menggunakan uji Spearman rho. Pengumpulan data menggunakan lembar
observasi tingkat nyeri menggunakan skala numerik dan kuisioner untuk
mengukur kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan signifikan
antara dua variabel dengan p value 0,000 < a 0,05 sehingga Ho ditolak, dengan
keeratan hubungan sangat kuat ditunjukkan nilai correlation coeficient 0,566
dengan arah positif. Artinya semakin tinggi tingkat nyeri neuropati yang dirasakan
oleh pasien DM maka dapat memperburuk kualitas tidur pada pasien DM pada
waktu malam hari maupun siang hari. Pasien yang merasakan nyeri neuropati
memerlukan massase pada daerah tungkai yang terasa nyeri hal ini dapat
mengurangi rasa nyeri, sehingga pasien dapat merasa rileks dan dapat memenuhi
kebutuhan tidur dengan baik tanpa ada gangguan rasa nyeri. Dengan kualitas tidur
baik akan memperbaiki keadaan fisik penderita DM.