Abstract:
Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti abortus, persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, dan perdarahan. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya anemia adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia, termasuk pemenuhan kebutuhan zat besi, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dengan kejadian anemia di Puskesmas Megaluh Jombang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan antenatal care (ANC) di Puskesmas Megaluh sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian anemia diukur berdasarkan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil dan analisis : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (78,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Hampir setengah responden (47,8%) tidak mengalami anemia, sedangkan 43,5% mengalami anemia ringan. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai ρ = 0,002 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,609, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dengan kejadian anemia. Diskusi : terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dengan kejadian anemia. Peningkatan edukasi kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, pola makan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kehamilan rutin guna menurunkan kejadian anemia dan meningkatkan kesehatan ibu serta janin.