Abstract:
Fatigue merupakan keluhan yang sering dialami pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan dapat menurunkan kemampuan aktivitas serta kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi fatigue adalah intradialytic exercise. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh intradialytic exercise terhadap tingkat fatigue pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisa RS Rizani Paiton Probolinggo. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 23 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat fatigue diukur menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS) sebelum dan sesudah intervensi. Intradialytic exercise dilakukan selama 15 menit sebanyak dua siklus pada dua jam pertama hemodialisis. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami fatigue berat (69,6%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami fatigue ringan (78,3%). Hasil uji menunjukkan nilai Z = -3,796 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan intradialytic exercise terhadap penurunan fatigue. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan selama hemodialisis dapat meningkatkan toleransi aktivitas dan kemampuan fisik pasien, sehingga intradialytic exercise berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisis.