Abstract:
Kehamilan remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi dengan risiko komplikasi fisik, psikologis, dan sosial ekonomi. Survei awal di SMA Darul Ulum Sugio menunjukkan 70% siswa belum memahami bahaya kehamilan remaja akibat minimnya akses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan remaja di SMA Darul Ulum Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI sebanyak 81 orang, dengan sampel 68 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berbasis rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 25 butir pernyataan yang telah dinyatakan valid (r_"hitung" >0,632) dan reliabel (α=0,960). Analisis data bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 52 orang (76,5%) dan kategori cukup 16 orang (23,5%). Setelah diberikan edukasi kesehatan melalui metode ceramah, media edukasi, dan diskusi, tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebanyak 55 orang (80,9%) dan cukup 13 orang (19,1%). Uji statistik menghasilkan nilai Z=-7,171 dengan p-value =0,000 (p<0,05), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kehamilan remaja. Pemberian edukasi kesehatan secara berkala direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif dalam menekan angka kehamilan usia dini.