Abstract:
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri. Salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan anemia adalah kebiasaan konsumsi junk food yang tinggi lemak, gula, garam, dan kalori tetapi rendah zat gizi, termasuk zat besi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi junk food dengan kejadian anemia pada remaja di Posyandu Remaja Desa Kromong Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan cross-sectional. Sampel sebanyak 76 responden dipilih dengan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi junk food diperoleh melalui lembar observasi, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar Hb. Analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05.
Hasil penelitian dari 30 responden (39,5%) memiliki kebiasaan konsumsi junk food baik, 28 (36,8%) cukup, dan 18 (23,7%) kurang. Berdasarkan pemeriksaan Hb, 21 responden (27,6%) tidak anemia, 18 (23,7%) mengalami anemia ringan, dan 37 (48,7%) anemia sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan r = 0,925 dan p-value < 0,001, yang berarti terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara kebiasaan konsumsi junk food dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Semakin kurang baik kebiasaan konsumsi junk food, semakin tinggi kecenderungan kejadian anemia. Edukasi pola makan bergizi seimbang dan pembatasan junk food diperlukan sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja.