Abstract:
Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada masa nifas merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI kepada bayi. Produksi ASI yang tidak optimal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia ibu, paritas, serta lama masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan yang memengaruhi produksi ASI pada ibu nifas di Klinik Rafika.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berada di Klinik Rafika selama periode penelitian sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan primipara. Berdasarkan lama masa nifas, mayoritas responden berada pada fase puerperium intermedial (8–28 hari). Selain itu, sebagian besar responden memberikan ASI saja kepada bayinya yaitu sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan 5 orang (16,7%) masih memberikan tambahan selain ASI. Disimpulkan bahwa produksi ASI pada ibu nifas di Klinik Rafika sebagian besar tergolong lancar. Hal ini didukung oleh karakteristik responden yang berada pada usia reproduksi sehat, mayoritas primipara dengan kemampuan adaptasi laktasi yang baik, serta sebagian besar ibu telah memberikan ASI saja kepada bayinya sehingga kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi secara optimal.