Abstract:
Menarche merupakan indikator awal pubertas pada remaja putri yang sering memicu kecemesan karena karena keterbatasan informasi dan kesiapan. Pengetahuan yang memadai tentang menarche diharapkan dapat mengurangi kecemasan saat mengalaminya. IPPNU sebagai organisasi remaja putri memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri IPPNU Desa Cangkring, krembung, sidoarjo. Penelitian ini menggunkan jenis penelitian kuantitatif dan desain observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Semua anggota IPPNU Desa yang belum menstruasi di Desa Cangkring. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 31 responden. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner pengetahuan menarche dan kuesioner tingkat kecemasan HARS. Analisis unvariat menggunakan frekuensi dan presentase, sedangkan bivariat menggunkan uji chi-suquare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan baik dan kecemasan ringan 7 orang (22,6%), pengetehauan baik dan kecemasan berat 1 orang (3,2%). Pengetahuan cukup dan kecemasan sedang 13 orang (41,9%), pengetahuan cukup dan kecemasan berat 4 orang (12,9%). Pengetahuan kurang dan kecemasan berat 6 orang (19,4%). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri IPPNU Desa Cangkring. Semakin rendah pengetahuan maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami.