Abstract:
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang dapat menyebabkan gangguan perfusi serebral akibat penurunan aliran darah ke otak. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan kerusakan jaringan otak apabila tidak segera ditangani. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan perfusi serebral adalah pemberian posisi head up 30° dan terapi oksigenasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan masalah keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif melalui penerapan posisi head up 30° dan terapi oksigenasi. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada satu pasien stroke yang dirawat di ICU RSI Sakinah Mojokerto selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis yang ditandai dengan peningkatan tingkat kesadaran dari GCS E3V1M5 menjadi E3V2M5, penurunan tekanan darah dari 169/77 mmHg menjadi 145/80 mmHg, penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) dari 107 mmHg menjadi 102 mmHg, frekuensi nadi berubah dari 60 kali/menit menjadi 72 kali/menit, frekuensi napas dari 14 kali/menit menjadi 16 kali/menit, serta saturasi oksigen tetap optimal pada rentang 99–100%. Penerapan posisi head up 30° dan terapi oksigenasi mampu mempertahankan perfusi serebral, menjaga stabilitas hemodinamik, meningkatkan respons neurologis, serta mencegah terjadinya perburukan kondisi pasien selama masa perawatan. Intervensi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan keperawatan berbasis bukti dalam penatalaksanaan pasien stroke dengan masalah keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif.