Abstract:
Delirium merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU), terutama pada pasien dengan kondisi kritis. Delirium ditandai dengan perubahan status mental secara akut, gangguan perhatian, perubahan tingkat kesadaran, dan gangguan proses berpikir. Deteksi delirium secara dini diperlukan untuk membantu tenaga kesehatan memberikan penanganan yang tepat sehingga risiko komplikasi dan dampak buruk terhadap pasien dapat diminimalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi delirium dengan menggunakan Confusion Assessment Method for the Intensive Care Unit (CAM-ICU) di RSI Sakinah Mojokerto. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah pasien yang dirawat di ruang ICU RSI Sakinah Mojokerto. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan 30 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel penelitian ini adalah delirium. Instrumen yang digunakan adalah formulir Confusion Assessment Method for the Intensive Care Unit (CAM-ICU) dan Richmond Agitation-Sedation Scale (RASS). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil representasi delirium dengan menggunakan CAM-ICU menunjukkan bahwa hampir seluruh pasien ICU mengalami delirium yaitu 86,7%, dan sebagian kecil pasien tidak mengalami delirium yaitu 13,3%. Analisis data menunjukkan hampir seluruh pasien ICU di RSI Sakinah Mojokerto mengalami delirium. CAM-ICU dapat digunakan untuk mendeteksi delirium secara sistematis pada pasien ICU melalui penilaian perubahan status mental, gangguan perhatian, tingkat kesadaran, dan proses berpikir sehingga dapat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini dan memberikan penanganan yang tepat.