Abstract:
Perilaku vulva hygiene saat menstruasi yang buruk pada remaja putri berisiko tinggi memicu infeksi saluran reproduksi (ISR) hingga kanker serviks. Rendahnya literasi kesehatan akibat kelangkaan informasi menjadi tantangan utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi TikTok terhadap peningkatan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Islam Al Hidayah Gempol Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang telah mengalami menarche di SMP Islam Al Hidayah Gempol Pasuruan yang berjumlah 31 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi berupa pemberian video edukasi vulva hygiene melalui TikTok secara bertahap selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas responden memiliki perilaku kategori cukup (64,5%) dan kurang (35,5%). Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan perilaku secara signifikan pada post-test hari pertama (77,4% baik), hari kedua (93,5% baik), hingga mencapai capaian sempurna pada hari ketiga (100% baik). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ( < 0,05). Media edukasi melalui platform TikTok terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Karakteristik audio-visual yang interaktif dan ringkas mempermudah internalisasi pesan kesehatan ke dalam tindakan nyata responden. Platform digital ini direkomendasikan sebagai media promosi kesehatan reproduksi remaja yang interaktif bagi tenaga keperawatan dan institusi sekolah.