Abstract:
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang sering menyerang lansia dan ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat menyebabkan neuropati perifer, gangguan sirkulasi darah, penurunan sensasi pada kaki, serta meningkatkan risiko terjadinya ulkus kaki diabetikum. Diabetic Foot Exercise merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dirancang untuk meningkatkan sirkulasi darah ekstremitas bawah, memperkuat otot-otot kaki, meningkatkan sensitivitas saraf perifer, dan membantu mengontrol kadar glukosa darah. Karya tulis ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan Diabetes Mellitus melalui pemberian Diabetic Foot Exercise di UPTD Pesanggrahan Majapahit Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, tes skrining, serta dokumentasi. Setelah dilakukan implementasi Diabetic Foot Exercise selama 3 × 24 jam, pasien mampu melakukan seluruh rangkaian latihan dengan baik. Kadar gula darah sewaktu (GDS) mengalami penurunan dari 174 mg/dL menjadi 126 mg/dL, disertai dengan berkurangnya rasa lelah, pusing, dan kesemutan pada kaki. Kualitas tidur serta pemahaman pasien terhadap kepatuhan diet, terapi medis, dan olahraga teratur juga mengalami peningkatan. Diabetic Foot Exercise dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer non-farmakologis dalam asuhan keperawatan gerontik untuk mendukung sirkulasi darah perifer, fungsi ekstremitas bawah, kontrol glikemik, serta kualitas hidup lansia.