Abstract:
yeri disminore dapat dikurangi secara nonfarmakologis antara lain
dengan teknik pemberian kompres hangat dan dingin, akan tetapi bayak remaja
yang belum menggunakan, karcna belum memahami tentang pemberian kompres
hangat dan dingin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan
efektivitas kompres hangat dan dingin terhadap disminore pada siswi. Desain
penelitian ini quasi exsperimental. Variabel penelitian ada dua yaitu efektivitas
komres hangat dan dingin scbagai variabel independen dan disminore sebagai
variabel dependen. Populasi penelitian ini seluruh siswi yang mengalami
menstruasi di MTsN 3 Jombang, sebanyak 931 responden. Sampel diambil
dengan teknik consecutive sampling 36 responden. Data dikumpulkan dengan
lembar observasi skala nyeri hourbonais dan di uji dengan uji Wilcoxon Rank Test
yang dikerjakan dengan mengunakan program SPSS. Hasil penelitian
menunjukkan ada perbandingan efektivitas kompres hangat dan dingin terhadap
disminore 0,000 maka p < « (0,05), maka H, ditolak dan H, diterima.Kompres
dingin lebih dominan untuk mcnurunkan intensitas nyeri karena lebih mampu
menekan respon saraf otonom ke otak, scdangkan pada kompres hangat
menyebabkan vasolidasi yang berhubungan dengan pelebaran pembulu darah
local. diharapkan petugas UKS di MTsN 3 Jombang dapat menghimbai siswi
untuk memberikan langsung terapi kompres hangat dan dingin pada siswi yang
mengalami disminore sebagai sala satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan
intesitas nyeri.