Abstract:
Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital di rumah sakit yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi dokumentasi, dan keselamatan pasien. Keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh penerimaan pengguna berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), meliputi Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Use. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keempat konstruk TAM dengan kepuasan kerja perawat serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhinya di RSNU Tuban. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 90 perawat yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner TAM dan kuesioner kepuasan kerja perawat yang dimodifikasi dari McCloskey/Mueller Satisfaction Scale (MMSS). Analisis data menggunakan Fisher's Exact Test dan regresi logistik berganda (α<0,05).Sebagian besar responden memiliki Perceived Ease of Use (97,8%), Perceived Usefulness (67,8%), Behavioral Intention to Use (93,3%), Actual System Use (95,6%), serta kepuasan kerja yang tinggi (91,1%). Perceived Usefulness, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Use berhubungan dengan kepuasan kerja perawat, sedangkan Perceived Ease of Use tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan Perceived Usefulness sebagai faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan kerja perawat.Kepuasan kerja perawat lebih dipengaruhi oleh manfaat nyata RME dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pekerjaan dibandingkan dengan kemudahan penggunaannya. Optimalisasi fungsi RME sesuai kebutuhan klinis serta pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan