Abstract:
Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia toddler (1–3 tahun). Keterlambatan motorik kasar yang tidak dideteksi secara dini berpotensi mengganggu fungsi motorik, kognitif, sosial, serta kemandirian anak di masa mendatang. Pemantauan perkembangan di RT 10 dan RT 11 Desa Sambibulu belum dilakukan secara rutin sehingga diperlukan skrining untuk menggambarkan pencapaian perkembangan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perkembangan motorik kasar pada anak usia 1–3 tahun di RT 10 dan RT 11 Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 1–3 tahun di wilayah tersebut sebanyak 60 anak. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga sampel berjumlah 60 anak. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner data demografi dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang diterbitkan oleh Kemenkes RI. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status perkembangan motorik kasar dalam kategori sesuai (skor 9–10) yaitu sebanyak 38 anak (63,3%). Sebanyak 15 anak (25,0%) berada dalam kategori meragukan (skor 7–8), dan 7 anak (11,7%) mengalami penyimpangan (skor ≤6). Secara umum, perkembangan motorik kasar anak usia 1–3 tahun di RT 10 dan RT 11 Desa Sambibulu mayoritas berada dalam kategori sesuai. Meskipun demikian, masih ditemukan 36,7% anak yang berada dalam kategori meragukan dan penyimpangan. Diperlukan peningkatan peran aktif orang tua dan pelayanan kesehatan primer (perawat/posyandu) dalam melakukan deteksi dini serta stimulasi motorik kasar secara berkala dan konsisten