Abstract:
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan sindrom klinis akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal sehingga menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan berbagai manifestasi klinis, salah satunya nyeri dada. Nyeri akut pada pasien CHF dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, memperberat kerja jantung. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik Relaksasi Benson. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan masalah keperawatan nyeri akut melalui penerapan teknik Relaksasi Benson di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien dengan diagnosis medis Congestive Heart Failure (CHF) disertai Atrial Fibrillation Rapid yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi inovasi berupa teknik Relaksasi Benson diberikan selama tiga hari berturut-turut disertai tindakan keperawatan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Setelah dilakukan implementasi selama 3×24 jam, terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala 6 menjadi 2 berdasarkan Congestive Heart Failure (NRS). Pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis dan gelisah berkurang, kualitas tidur membaik, serta terjadi perbaikan parameter fisiologis yang ditandai dengan penurunan frekuensi nadi dari 125 kali/menit menjadi 88 kali/menit, frekuensi napas dari 24 kali/menit menjadi 20 kali/menit, dan tekanan darah menjadi lebih stabil. Pasien juga mampu melakukan teknik Relaksasi Benson secara mandiri. Penerapan teknik Relaksasi Benson sebagai terapi nonfarmakologis efektif membantu menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi ini memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta memperbaiki kualitas tidur pada pasien Congestive Heart Failure (CHF).