Abstract:
Pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di masyarakat merupakan upaya untuk mendukung pengobatan, pemantauan kondisi, pemenuhan kebutuhan, dan penerimaan sosial pasien. Dalam pelaksanaannya, kader kesehatan menghadapi berbagai permasalahan pasien, keluarga, dan masyarakat, termasuk stigma terhadap ODGJ. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman kader kesehatan dalam melakukan pendampingan ODGJ serta stigma terhadap ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Wates Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan 10 kader kesehatan sebagai partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) yang didukung observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan kesamaan makna dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan meliputi pemantauan kondisi pasien, membantu memperoleh pelayanan kesehatan, pemberian dukungan dan edukasi, serta koordinasi dengan petugas kesehatan. Permasalahan pendampingan meliputi stres akibat permasalahan ekonomi, personal hygiene yang tidak terpenuhi, riwayat kekerasan, hambatan edukasi. Stigma ditemukan dalam bentuk penilaian negatif, rasa takut, menjaga jarak, perlakuan berbeda, diskriminasi sosial. Namun, beberapa partisipan tidak menemukan hambatan maupun stigma yang berarti. Perbedaan pengalaman dipengaruhi kondisi pasien, pemahaman masyarakat, pengalaman terhadap perilaku ODGJ, dan lingkungan sosial. Edukasi kesehatan jiwa, komunikasi, pemantauan, dan koordinasi dengan petugas kesehatan diperlukan untuk mengurangi stigma, meningkatkan penerimaan sosial, dan mendukung keberlangsungan pengobatan ODGJ.